Dampak Positif dan Negatif Kehadiran Media Sosial Bagi Eksistensi Bisnis Judi Online

By | May 16, 2020

Seiring dengan berkembangnya Smartphone dan Internet, sekarang banyak sekali tersedia aplikasi media social yang dapat digunakan untuk membagikan foto, video ataupun momen penting anda dengan orang terdekat anda seperti teman, kerabat, saudara maupun orang yang penting bagi anda. Eksistensi media sosial seakan menjadi magnet bagi masyarakat sekarang khususnya kaum Milenial. Hal ini juga berdampak terhadap berbagai sektor industri, tak terkecuali industri hiburan Judi Online. Media social bisa memberikan dampak positif maupun negative, jadi dalam penggunaannya haruslah tepat dan bijaksana. Umumnya judi dikenal sebagai aktivitas yang illegal dan melanggar hukum, hal ini juga berlaku di Indonesia.

Aktivitas perjudian dianggap sebagai perbuatan terlarang dan melanggar norma agama, sehingga banyak masyarakat Indonesia berpandangan dan beranggapan bahwa jika bermain Judi tentu akan dianggap sebagai tindakan criminal dan berdosa dari segi agama. Stigma judi di masyarakat adalah suatu aktivitas yang berdosa dan buruk, meskipun pada kenyataannya jumlah penggemar Judi Online di Indonesia cukup banyak dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tidak mudah bagi berbagai situs Judi Online dalam mempromosikan aktivitas perjudian di Indonesia karena Judi dianggap illegal dan melanggar norma agama. Oleh karena itu diperlukan strategi khusus untuk memasarkan permainan judi agar dapat diterima oleh masyarakat.

Penggunaan Media Sosial Dalam Pemasaran Judi Online

Dengan keberadaan media social yang semakin banyak, maka hal ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha termasuk juga industri Judi Online. Pemasaran Judi Online umumnya memang dilakukan melalui media social ternama seperti Facebook, Instagram, Tweeter dan berbagai media social lainnya. Keberadaan media social terbukti cukup efektif dalam memasarkan dan meningkatkan jumlah pemain yang bergabung dalam situs judi online. Berawal dari seorang member bergabung maka selanjutnya member tersebut akan merekomendasikan dan mendaftarkan teman atau kerabatnya untuk ikut bergabung bersama dengan mereka. Media social juga membantu dalam menjangkau lebih jauh lagi pangsa pasar yang sebelumnya tidak dapat dijangkau oleh sektor pemasaran dari suatu situs judi online. Sebagai contoh: pemain judi online umumnya dimainkan oleh orang yang sudah berpenghasilan dengan rataan usia > 23, namun dengan menggunakan media social pangsa pasar yang dapat dijangkau kini mencakup kalangan milenial dengan rataan usia 18-22 tahun, meskipun kebanyakan dari mereka belum berpenghasilan namun tetap saja mereka memiliki rasa penasaran untuk bermain dan berharap bisa menang dalam bermain dan mendapatkan uang sebagai penghasilan tambahan bagi mereka. Media Social berbasis video seperti Youtube juga bisa digunakan sebagai media pemasaran dengan prosedur mengunggah video tutorial berbagai permainan yang terdapat dalam Situs Judi Online atau mengunggah video mengenai situs judi online anda untuk mempromosikannya kepada subscriber, follower, maupun penonton setia Youtube.

Dampak Negatif Media Sosial Bagi Pemasaran Judi Online

Meskipun banyak memberikan dampak yang positif namun kehadiran media social juga tidak luput dari dampak negative. Berikut adalah beberapa dampak negative dari media social bagi eksistensi Judi Online, antara lain:

  • Social Blaming / Hujatan dari Netizen

Lebih dikenal dengan pembulian melalui media social, seperti yang kita ketahui segala aktivitas Judi merupakan tindakan yang Ilegal dan sangat bertentangan dengan hukum dan konstitusi, belum lagi judi juga melanggar Norma Agama. Pemasaran yang dilakukan melalui Media social berpotensi mengundang hujatan dari para “Netizen” yang memang sangat tidak menyukai aktivitas perjudian. Hal ini berlaku pada setiap postingan anda entah video ataupun gambar promosi, pasti selalu ada yang menghujat dan menghakimi anda karena telah memasarkan dan mengajak untuk bermain Judi.

  • Melanggar UU ITE

Seperti yang kita ketahui beberapa tahun terakhir Pemerintahan Indonesia dibawah Kominfo sangat tegas terhadap berbagai konten yang dinilai melanggar hukum. Berbagai konten digital seperti: SARA, ujaran kebencian, hoaks, penipuan online, pornografi, Judi Online dan pencemaran nama baik, akan diblokir dan tidak dapat diakses lagi. Hal ini juga sering terjadi pada sektor Judi Online, dimana sudah cukup banyak situs judi online yang berakhir terblokir permanen ataupun tidak bisa diakses kembali. Hal ini tentu sangat menghambat bisnis Judi Online yang sangat bergantung pada website judi yang telah ditentukan, apabila saat terjadi pemblokiran, tentu butuh waktu lagi untuk membuat dan membagikan situs baru bagi para membernya. Jika hal ini terus berlangsung tentu akan semakin menghambat keberlangsungan aktivitas judi online

  • Penipuan Online

Meskipun sangat baik digunakan sebagai media pemasaran, namun tetap saja ada kendala klasik yang diberikan oleh Media Sosial, salah satunya adalah Penipuan. Berbagai bentuk penipuan tersebut antara lain:

  • Mengatasnamakan situs judi online untuk menipu di situs lainnya.
  • Menggunakan nama situs judi online terkenal untuk menipu calon pemain baru yang minim pengalaman.
Share Button